Medan, FITK UIN Sumatera Utara Kreativitas dua mahasiswa FITK UIN Sumatera Utara membuahkan hasil maksimal. Keduanya mewakili UIN Sumatera Utara bersama satu orang rekan tim dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara. Mereka Nurhasanah, prodi Pendidikan Matematika angkatan 2017, Hafizah Khairina Umaroh, prodi Tadris Biologi angkatan 2018, dan Luthfi Al Faraby, prodi Ilmu Komputer FST UINSU angkatan 2019. Mereka berhasil boyong Medali Emas kategori Innovation Science ajang Young International Science Fair (YISF) 2022 di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang pada 14 s.d. 17 Maret 2022 yang diikuti 23 negara secara hybrid. Mereka, juga menyabet Special Award dari Malaysia Innovation Invention Creativity Association (MIICA), dan IYSA Grand Prize sebesar dua juta rupiah.

Tim yang dipimpin Nurhasanah mengusung inovasi sabun alami kombinasi tanaman lokal Andaliman, daur ulang minyak jelantah, dan ekstraksi bunga tanjung yang berfungsi untuk kesehatan kulit. “Alhamdulillah, ISTAID Soap terbukti berkhasiat untuk mencerahkan, melembabkan, menghaluskan, dan menjaga kesehatan kulit serta aman bagi kulit sensitif. Sabun ini dibuat dengan beberapa tahap dan metode, mulai dari studi literatur, persiapan bahan dan alat, uji Laboratorium, seperti uji Anti Bakteri, uji Skrining Fitokimia, uji pH, uji Organoleptik ke 30 orang selama 40 hari, dan tahapan lain,” ujar Nurhasanah.

Yaitu ekstraksi tanaman andaliman dan bunga tanjung. Adapun minyak jelantah dimurnikan dengan batu apung dan karbon aktif lalu disaring dengan kertas saring untuk berhasilnya proses daur ulang menjadi minyak yang lebih jernih. Komponen lain yakni alkali, air, dan minyak jagung. Hingga kini, ISTAID Soap dalam proses pengembangan mendapat izin BPOM dan sertifikasi halal dari MUI. Bahkan sebelumnya produk ini telah mendapatkan HAKI dan dilindungi Kemenkumham. Selain untuk kompetisi, produk ini juga disiapkan untuk tujuan yang lebih luas ke depan. Ia menyatakan, program ini bagus sebagai wahana meningkatkan daya kompetisi, uji kreativitas, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi sebagai agen perubahan di masyarakat.

Tak sampai di situ, Andaliman sebagai potensi lokal Sumatera Utara tentu saja bila dimanfaatkan secara efektif bisa mendongkrak perekonomian masyarakat pembudidaya tanaman Andaliman. Peneliti juga telah menelisik dan membangun relasi ke Desa Garoga dan Hutaginjang, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara yang merupakan salah satu daerah sumber budidaya merica batak tersebut. Nurhasanah juga menyampaikan bahwa sejak akhir 2019 ide pembuatan sabun inovasi sudah ia cetuskan. Kemudian pada awal 2020 mulai dibuat inovasi varian awal dan terus berproses.


Capaian yang mereka dapatkan tentunya tidak terlepas dari dukungan penuh Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UINSU, Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, Dekan FITK UIN Sumatera Utara Dr. Mardianto M.Pd, Supervisor/Dosen Pembimbing Ibu Zata Ismah, S.K.M., M. K. M., Guru-guru tercinta, Ustadz Zulkifli, Bunda Wima dan suami, Ummi Eli dan keluarga besar ISTAID Center, serta seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih banyak atas dukungan moril maupun materil dari Pimpinan UINSU serta pihak-pihak terkait  sehingga membawa kami dapat mengharumkan nama UIN Sumatera Utara di kancah Internasional.” tutur Hafizah Khairina Umaroh.

            Mereka  solid dan kompak serta menyampaikan perasaan bahagia dan bangga atas kenikmatan Allah Swt. Harapannya setelah lomba ialah kami dapat terus berproses dan semangat belajar juga berkarya guna menjadi insan cerdas, kompetitif, berdaya saing, dan semakin berdampak di tengah-tengah masyarakat. Ke depan, kiranya berkah ISTAID Soap dapat dirasakan oleh banyak orang,” tutup Nurhasanah.

Reporter : Alfauzan Ramadhanny Simangunsong

Post a Comment

 
Top